Friday, 8 May 2020

Agency Theory (Teori Keagenan)

Konsep  Agency Theory yaitu menjelaskan hubungan antara prinsipal dan agen. Prinsipal mempekerjakan agen untuk melakukan tugas untuk kepentingan prinsipal, termasuk pendelegasian otorisasi pengambilan keputusan dari principal kepada agen. Pada perusahaan yang modalnya terdiri atas saham, pemegang saham bertindak sebagai prinsipal, dan CEO (Chief Executive Officer) sebagai agen mereka. Pemegang saham mempekerjakan CEO untuk bertindak sesuai dengan kepentingan principal.

Teori agensi mendasarkan hubungan kontrak antar anggota-anggota dalam perusahaan, dimana prinsipal dan agen sebagai pelaku utama. Prinsipal merupakan pihak yang memberikan mandat kepada agen untuk bertindak atas nama prinsipal, sedangkan agen merupakan pihak yang diberi amanat oleh prinsipal untuk menjalankan perusahaan. Dengan demikian, kontrak kerja yang baik antara prinsipal dan agen adalah kontrak kerja yang menjelaskan apa saja yang harus dilakukan manajer dalam menjalankan pengelolaan dana yang diinvestasikan dan mekanisme bagi hasil berupa keuntungan, return dan risiko-risiko yang telah disetujui oleh kedua belah pihak.
Teori agensi mengasumsikan bahwa masing-masing individu termotivasi oleh kepentingan dirinya sendiri sehingga dapat menimbulkan konflik antara prinsipal dan agen. Pihak prinsipal  termotivasi mengadakan kontrak untuk mensejahterakan dirinya dengan profitabilitas yang selalu meningkat. Sedangkan agen termotivasi untuk memaksimalkan pemenuhan kebutuhan ekonomi dan psikologinya. Menurut Eisenhardt (1989) teori  keagenan dilandasi oleh tiga buah asumsi, yaitu:

Thursday, 9 April 2015

Program Bapak Angkat Dan Prestasi Usaha Kecil Sumatera Barat


Herri
John Edward

Abstract

Small and medium enterprise (SMEs) have played an important role in economic development either ini developed countries or in developing countries like Indonesia. SMEs will mainly contribute to the employment opportunities, technology transfer, and poverty reduction. Considering of their signigicant contribution  to the economic development, Indonesia government do have many policies and program to encourage SMEs develop and growth further. Program Bapak Angkat in one of measure adapted by Indonesia government to enhance SMEs performance by asking State owned company to provide assistance to SMEs in many ways; such as marketing opportunities, credit facility, training and promotion. The objective of this research is to find out the effectiveness of this program in improving the performance of SMEs in West Sumatera. There are 251 SMEs as the respondents of  this study coming from five municipalities in West Sumatera, they consist of 226 respondents that are not including in the program and 25 of them include in the program Bapak Angkat. Using descriptive analysis, this study found out that Bapak Angkat program does have contributed to the improvement of SMEs financial performance. Limitations and suggestions for future research are also mentioned this research

 

Keywords: Small and medium enterprise (SMEs), performance,  assistance government program, developing countries